Latihan Operasi SAR Kecelakaan Penerbangan di Papua


Kantor SAR Jayapura---- Sebanyak kurang lebih 52 personil gabungan tim SAR yang terdiri dari Kantor SAR Jayapura (Basarnas), TNI, POLRI, Intansi Pemerintah dan swasta serta masyarakat terlibat dalam Operasi SAR  kecelakaan penerbangan yang terjadi di Distrik Senggi kabupaten Keerom Papua. Dalam kecelakaan pesawat tersebut dinformasikan terdapat empat korban yang belum diketahui nasibnya. Kantor SAR Jayapura di bawah Komando Badan SAR Nasional  segera mengambil langkah serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam persiapan pencarian dan mengerahkan tim SAR gabungan untuk proses pencarian.{READMORE}

Rangkaian skenario tersebut adalah bentuk dari simulasi yang dilaksanakan Basarnas wilayah kerja Kantor SAR Jayapura bersama potensi SAR dan Unsur SAR  dalam melakukan persiapan jika terjadi mungsibah penerbangan di wilayah Papua. Mengingat medan Papua yang bergunung tinggi mencapai 15000 ft dengan lembah yang sangat curamdan dalam, bertebing batu dan merupakan patahan sehingga sarana transportasi andalan untuk dapat menjangkau masyarakat yang tersebar di kota-kota kawasan daerah pegunungan dapat ditempuh hanya dengan pesawat udara dengan route celah-celah gunung yang menjulang tinggi. Untuk memfasilitasi pesawat udara yang dipergunakan untuk menjangkau masyarakat hanya memanfaatkan landasan sederhana dan umumnya landasan yang di siapkan para Missionaris. 

Terkait kondisi Cuaca di daerah Papua mempunyai karakteristik yang agak berbeda sehingga setiap personil yang melakukan aktifitas penerbangan di daerah papua membutuhkan pengalaman untuk mempelajari karakteristik tersebut, Cuaca yang cepat berubah ubah menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan.  

Pelaksanaan operasi SAR hingga saat ini sudah berjalan dengan baik namunmasih perlu di tingkatkan baik menyangkut sinkronisasidandikoordinasi serta pengendalian operasi SAR guna percepatan response time dalam menghadapi setiap penanganan kecelakaan dan bencana di Papua,  sehingga seluruh atau sebagian besar korban kecelakaan dapat diselamatkan.

Latihan operasi SAR tersebut terhitung sejak tangal 28 hingga 30 agustus 2013. Dalam latihan ini bertindak sebagai pimpinan latihan adalah Direktur Operasi dan Latihan SAR Badan SAR Nasional Brigjen TNI Tatang Zaenudin dan sebagai Direktur Latihan adalah Kepala Kantor SAR Jayapura Suyatno. Dalam skenariao simulasi untuk posko SAR di tempatkan di Kantor SAR Jayapura, Pos aju di Bandara Senggi dan crash Site juga diwilayah senggi Kabupaten Keerom Papua.

Walaupun medan cukup berat yang dilalui untuk sampai ketempat latihan di daerah distrik Senggi kabupaten Keerom yang mendekati perbatasan kedua negara RI-PNG, namun dengan semangat dan mental yang kuat tim SAR gabungan dari Kantor SAR Jayapura dan seluruh potensi yang terlibat pantang menyerah untuk menuju ketempat tujuan dengan jarak ratusan kilometer dan waktu tempuh  9 jam perjalanan darat. Armada yang digunakan dalam latihan ini sebanyak 11 unit kendaraan off road yang digerakkan dengan spesifikasi sesuai dengan medan terjal dan berlumpur, sementara untuk sarana udara kantor SAR Jayapura melibatkan  2 pesawat yang dimiliki yayasan Aviation.

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan dari simulasi latihan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi antar unsur SAR dalam penanganan kecelakaan penerbangan di papua dan menguji kemampuan observer dan komunikasi SAR dalam rangka pengendalian unsur SAR antara Posko utama  dan Posko aju. Namun yang terpenting adalah bentuk kerjasama yang antara kantor SAR Jayapura dan semua potensi yang terlibat pada latihan ini dapat terjalin dengan baik dan efektif sehingga apabila terjadi musibah yang sesungguhnya bentuk latihan ini sebagai acuan prosedur yang wajib dilaksanakan dalam operasi SAR Penerbangan. (humas)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author